Minggu, 25 Agustus 2019

Alihkan "Amplop" Wartawan untuk Kegiatan Produktif

Medan (ANTARA News) - Para pejabat kabupaten dan kota di Sumatera Utara (Sumut) diimbau mengalihkan pemberian "amplop" kepada wartawan untuk kegiatan lain yang produktif bagi profesi jurnalis, kata Kepala Bainfokom Sumut, H.Eddy Sofyan, di Medan, Sabtu (24/1) 

Ia mengemukakan, antuan itu bisa berupa hadiah dari lomba karya tulis atau pelatihan yang bermuara pada peningkatan kualitas profesionalisme mereka.

Mewakili Gubernur Sumut pada peringatan ulang tahun pertama Harian Skala Indonesia, ia mengatakan, masalah wartawan yang terkait dengan amplop itu menjadi masalah bagi jajaran pemerintahan.

Ia mencontohkan, pada hari-hari biasa jumlah wartawan yang meliput di Pemrov Sumut hanya beberapa orang, tetapi menjelang lebaran atau tahun baru jumlahnya meningkat sampai seribu kali lipat.

Ketua PWI Cabang Sumut, H.A. Muchyan AA, maupun Ketua Serikat Penerbit SUratkabar (SPS), H.M Zaki Abdullah, pada acara yang sama mengatakan bahwa mereka tidak bisa mengetahui secara pasti berapa jumlah penerbitan dan wartawan sekarang.

Namun demikian, menurut Zaki Abdullah, berdasar data yang ada di Dewan Pers secara nasional ada kecenderungan jumlah penerbitan sekarang turun dibanding pada awal era reformasi yang meningkat tajam.

Dewan Pers dalam buku Data Penerbitan Pers Nasional 2008 mencatat, jumlah penerbitan pers di Indonesia secara resmi hingga Desember 2008 mencapai 816, dengan rincian 273 harian, 313 mingguan, dan 230 bulanan.

Muchyan AA mengatakan, volume lahir dan matinya sebuah penerbitan di daerah ini cukup tinggi karena itu wajar sebuah penerbitan diluncurkan di hotel mewah tetapi tiga bulan kemudian lenyap.

Sehubungan dengan hal itu, ia mengharapkan, Harian Skala Indonesia yang diterbitkan dan dipimpin wartawan yang memulai karirnya dari bawah, Azrin Marydha, tidak mengalami nasib yang sama, tetapi bisa terus bertahan. (*)