Minggu, 25 Agustus 2019

AS "Dikejutkan" Serangan Terhadap Wartawan di Srilangka

Washington (ANTARA News/Reuters) - Amerika Serikat (AS) mengatakan, pihaknya "dikejutkan" oleh aksi kekerasan terhadap wartawan di Srilangka, setelah seorang redaktur ditikam Jumat (23/1), yang merupakan serangan ketiga atas insan pers di negara itu dalam bulan ini.

"AS dikejutkan oleh berlangsungnya serangan-serangan fisik dan ancaman terhadap insan pers di Srilangka," kata penjabat jurubicara Deplu AS, Robert Wood, dalam pernyatannya.

"Ini adalah laporan serius yang bisa menyebabkan memburuknya kondisi kebebasan media di Srilangka," ujarnya.

Redaktur Upali Thenakoon, dari surat kabar mingguan Rivira yang berbahasa Sinhala ditikam di wajah dan kemudian diserang oleh satu kelompok penyerang yang naik sepeda motor pada saat dia berangkat kerja.

Isterinya juga mengalami cedera ketika dia berusaha melindungi sang suami.

Serangan yang sama berupa pembunuhan juga terjadi dua pekan sebelumnya terhadap pemimpin redaksi Sunday, Lasantha Wickramatunga, yang juga dicegat dalam perjalanan ke tempat kerjanya oleh orang-orang yang mengendarai sepedamotor.

Pembunuhannya terjadi hanya beberapa hari setelah orang-orang bersenjata merusak studio utama MBC, radio swasta terbesar di Srilangka.

Srilangka mempunyai sejarah panjang aksi kekerasan terhadap para wartawan, dan para penyerangnya jarang diseret ke pengadilan. Kendati demikian, Presiden Srilangka Mahinda Rajapaksa telah berjanji sejak pembunuhan Wickramatunga, untuk mengubah hal itu dan para tersangka telah ditahan dalam kasus MBC.

"Kami menyeru pemerintah Srilangka untuk melindungi seluruh warganya dengan menegakkan hukum dan peraturan, mencegah terjadinya intimidasi terhadap media, serta bertindak cepat, melakukan penyelidikan berkaitan serangan-serangan terhadap para wartawan dan penduduk sipil lain," demikian pernyataan Deplu AS. (*)