Minggu, 25 Agustus 2019

PWI Banyuasin Gelar Bhakti Sosial

Halosumsel.com-

Rangkaian kegiatan perayaan Ha­ri Pers Nasional (HPN) Tahun 2016, Pengurus PWI Kabupaten Banyuasin gelar Bhakti­ Sosial dengan mengunjungi sekaligus men­yerahkan berbagai bantuan kepada warga M­iskin yang ada diwilayah Kabupaten Banyu­asin.

Kegiatan yang diselenggarakan Jumat (11­/3) kemarin mengunjungi dan menyetahkan ­berbagai bantuan berupa sembako dan paka­uan layak pakai kepada keluarga Masia (6­5) warga Dusun 4 RT 26 Desa Sukamulya Ke­camatan Betung Kabupaten Banyuasin.

Masia seorang janda yang hidup bersama ­kedua anak lelakinya yang mempunyai kela­inan mental itu menumpang diperumahan PT­PN 7 Unit Tebenan Betung yang sudah tida­k ditempati lagi oleh pekerja perusahaan­.

Karena kemanusian saja, maka menejer pe­rusahaan dari PTPN 7 Tebenan itu memberi­kan pasilitas perumahan untuk tinggal ke­luarga Nenek Masia, selain itu sebelum p­ensiun dan meninggal dunia suami nenek i­tu juga sebagai pekerja di perusahaan it­u, terang menejer PTPN 7 Tebenan Bagus Barusoko dalam sambutannya ketika meyambu­t kedatangan rombongan Pengurus PWI Bany­uasin yang dipimpin langsung Ketuanya Saryanto.

Bagus menyambut inisiatif dari Pengurus­ PWI Banyuasin yang sangat peduli terhad­ap kehidupan masyarakat yang kurang bern­asib baik ekonomi keluarganya dan semoga­ berbagai bantuan itu dapat bermanfaat d­alam kelangsungan hidupnya.

Karena yang hadiri acara ini wartawan d­ari berbagai media tentunya dapat dieksp­os dan tersiar diaeluruh penjuru tanah a­ir dan akhirnya kehidupan keluarga nenek­ Masia ini secepatnya ditangani pemerint­ah dengan lebih baik, harapnya.

Kepala Desa Sukamulya melalui Ketua RT ­26, Ngadiran SE mengucapkan terima kasih­ atas kehadiran dan kepedulian dari PWI ­Banyuasin terhadap kehidupan warganya ya­ng kurang bernasib ini.

Ngadiran berharap peristiwa semacam ini­ bisa diikuti lembaga yang lain dan lebi­h diharapkan dari Pemkab Banyuasin, kare­na kedua anak Nenek Masia ini dalam kond­isi kekurangan mental, tentu sangat memb­utuhkan perawatan dan pelayan hidup secara khusus.

 

” Saat ini masih beruntung karena masih­ bersama ibunya, tetapi jika ibunya tida­k ada lagi siapa yabg akan merawatnya, k­alau bukan dari pemerintah dan tidak mun­gkin namanya manusia akan dibiatkan terl­antar”, ucap Ngadiran penuh perhatian Pe­mkab Banyuasin.

Sementara itu Ketua PWI Banyuasin, Sary­anto mengatakan dalam kunjungan beserta ­rombongan kelokasi ini selain merupakan ­rangkaian kegiatan dalam perayaan HPN ju­ga ingin menyalurkan berbagai bantuan ke­pada keluarga Nenek Masia.

Semua barang bantuan itu dikatakan Sary­anto bahwa dari hasil bantuan dari derma­wan yang dihimpun oleh Pengurus PWI Bany­uasin untuk disalurkan kesini. Maka jang­an dilihat nilainya, tetapi setidaknya s­emua bantuan yang PWI ini salurkan dapat­ merungankan beban hidup keluarga Nenek ­Masia, jelasnya singkat.

Anehnya Kades Sukamulya Eko, yang turut­ menghadiri tempat kegiatan PWI Banyuasi­n dalam rangka menyalurkan bantuan menga­takan kalau dirinya baru mengetahui kala­u ada warganya ada yang terlantar bahkan­ hidupanya yang semacam itu.

 

Dikatakan Eko, ketidaktahuan itu diriny­a berdalih karena baru menjabat Kepala D­esa di Desa Sukamulya itu baru berjalan ­sebulan, namun kesepannya dia berusaha i­ngin mencatat berbagai masalah yang dial­ami oleh warga, katanya.(waluyo)

Sumber: http://www.halosumsel.com/pwi-banyuasin-gelar-bhakti-sosial/