Minggu, 25 Agustus 2019

Aksi Wartawan Bodrex Juga Bentuk Premanisme

Padang (ANTARA News) - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Barat (Sumbar), Marzul Very, mengatakan bahwa tindakan wartawan bodrex --orang yang mengaku wartawan dengan kinerja merugikan orang lain, bahkan banyak yang tidak memiliki media -- yang sering memeras narasumber juga bentuk aksi premanisme yang harus diberantas.

Karena itu, polisi dan lembaga kewartawanan diharapkan juga merazia dan memberantas aksi menjurus premanisme oknum wartawan bodrex, kata Marzul kepada ANTARA News di Padang, Rabu (26/11).

Menurut dia, aksi wartawan "bodrex" cukup meresahkan narasumber, karena sering mencari-cari kesalahan dan mengancam akan memberitakan melalui medianya. Padahal, tidak sedikit dari wartawan bodrex tersebut samasekali tidak memiliki media,atau hanya mengaku-aku sebagai wartawan lantaran memiliki kartu pers.

Ancaman itu bisa dihindari jika narasumber memberikan uang dalam jumlah tertentu. Aksi seperti itu juga premanisme dan harus pula diberantas, tambahnya.

Ia menambahkan, pemberantasan aksi wartawan "bodrex" juga harus dilakukan organisasi kewartawanan, seperti PWI, AJI dan lain-lain, karena aksi premanisme ini juga merusak citra pers.

Tugas wartawan mulia, untuk itu jangan dirusak oleh aksi premanisme oknum wartawan bodrex, kata Marzul yang juga Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar itu.

Razia preman harus dilakukan tanpa pandang bulu dan tidak sekedar untuk menangkapi dan memberantas preman bertato, tapi harus pada semua aksi yang merugikan dan meresahkan masyarakat termasuk perilaku wartawan bodrex, katanyamenambahkan. (*)